Emas

PT Freeport Indonesia Siap Pasok 26 Ton Emas untuk Kebutuhan Domestik

PT Freeport Indonesia Siap Pasok 26 Ton Emas untuk Kebutuhan Domestik
PT Freeport Indonesia Siap Pasok 26 Ton Emas untuk Kebutuhan Domestik

JAKARTA - Seiring dengan melonjaknya permintaan logam mulia di pasar nasional, PT Freeport Indonesia (PTFI) menyatakan kesiapannya untuk mendukung ketahanan komoditas strategis tersebut.

Anak usaha dari holding pertambangan MIND ID ini memproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan emas domestik dalam jumlah yang sangat signifikan. Langkah ini merupakan bagian dari optimalisasi hilirisasi mineral yang tengah digenjot oleh pemerintah guna mengurangi ketergantungan pada rantai pasok luar negeri.

Produksi Emas Domestik dari Fasilitas Pemurnian Manyar

Kesiapan PTFI dalam menyuplai emas dalam negeri didukung oleh beroperasinya fasilitas pemurnian logam berharga atau Precious Metal Refinery (PMR) yang berlokasi di Manyar, Gresik. Fasilitas ini dirancang untuk mengolah lumpur anoda hasil pemurnian tembaga menjadi produk akhir berupa emas batangan murni.

Target Pasokan: Hingga 26 ton emas per tahun.

Standar Kualitas: Emas murni dengan kadar 99,99%.

Tujuan Utama: Memenuhi kebutuhan bahan baku industri manufaktur perhiasan dan investasi dalam negeri.

Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 3 Februari 2026, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung kemandirian industri mineral nasional. Dengan adanya pasokan langsung dari tambang di Papua yang dimurnikan di Jawa Timur, mata rantai distribusi emas menjadi jauh lebih pendek dan efisien.

Dampak Positif bagi Industri Perhiasan dan Investasi Nasional

Pasokan emas dari PTFI diprediksi akan memberikan dampak besar bagi ekosistem bisnis logam mulia di Indonesia. Selama ini, sebagian kebutuhan emas batangan untuk industri perhiasan masih harus didatangkan dari pasar internasional atau melalui proses perdagangan yang rumit.

Stabilitas Harga: Pasokan yang melimpah di pasar lokal membantu menjaga stabilitas harga bahan baku bagi pengrajin emas.

Peningkatan Devisa: Mengurangi kebutuhan impor emas sehingga memperkuat posisi neraca perdagangan Indonesia.

Keamanan Investasi: Tersedianya emas batangan bersertifikat resmi dalam jumlah banyak mempermudah masyarakat untuk melakukan investasi aset aman (safe haven).

Sektor ritel dan perbankan syariah yang memiliki produk tabungan emas juga menyambut baik kepastian pasokan ini. Kehadiran emas produksi dalam negeri ini akan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain kunci di pasar emas global, mengingat cadangan mineral yang dimiliki sangat melimpah.

Mendorong Hilirisasi Mineral Menuju Indonesia Emas 2045

Kesiapan PTFI memenuhi kuota 26 ton emas ini merupakan bukti nyata keberhasilan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah. Tidak hanya tembaga, produk turunan seperti emas dan perak kini bisa diproduksi sepenuhnya di dalam negeri. Hal ini sejalan dengan visi besar pemerintah untuk menciptakan nilai tambah maksimal dari setiap butiran pasir mineral yang digali di bumi pertiwi.

Manajemen PTFI terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pelaku industri domestik agar penyerapan emas ini berjalan optimal. Dengan teknologi pemurnian terbaru, Indonesia kini memiliki kemampuan mandiri untuk menghasilkan logam mulia tanpa harus bergantung pada jasa pemurnian di luar negeri lagi.

Diharapkan, ketersediaan emas dalam negeri ini dapat memicu lahirnya pusat-pusat industri perhiasan baru yang mampu menembus pasar ekspor dengan label "Made in Indonesia".

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index