JAKARTA - Panggung sepak bola internasional kembali dihebohkan dengan munculnya talenta muda berbakat yang memiliki keterikatan batin dan darah dengan Indonesia. Kali ini, sorotan tertuju pada London Utara, tepatnya di akademi Arsenal, di mana seorang remaja berusia 18 tahun baru saja memamerkan kelasnya dengan performa yang luar biasa. Capaian ini tentu menjadi angin segar bagi proyeksi masa depan skuad Garuda, terutama di bawah kepemimpinan pelatih John Herdman.
Pemain Arsenal U-21 berdarah Indonesia, Demiane Agustien, baru-baru ini mencetak tiga gol dalam sebuah pertandingan, atau biasa disebut hattrick. Keberhasilan ini bukan sekadar statistik di atas kertas, melainkan sebuah pernyataan kualitas bahwa sang pemain siap bersaing di level tertinggi. Momentum ini pun memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola nasional mengenai peluangnya mengenakan seragam Merah Putih.
Sensasi Hattrick Demiane Agustien di Premier League 2
Performa gemilang Demiane terpancar jelas saat ia membantu timnya meraih kemenangan telak di kompetisi kelompok umur kasta tertinggi Inggris. Ia mencetak hattrick saat Arsenal U-21 menang 4-0 atas Leeds United U-21 di pekan ke-13 Premier League 2 2025-2026 pada Minggu, 1 Februari 2026. Ketajaman pemain muda ini di depan gawang membuktikan bahwa ia memiliki insting predator yang jarang dimiliki pemain seusianya.
Kini, spekulasi mengenai masa depannya di level internasional mulai mengemuka. Sekarang yang menjadi pertanyaan, apakah pesepakbola 18 tahun ini terbuka untuk membela Timnas Indonesia? Mengingat PSSI saat ini tengah gencar mencari pemain diaspora berkualitas, nama Demiane Agustien tentu masuk dalam radar pantauan yang sangat potensial untuk menambah kedalaman skuad asuhan John Herdman.
Menelusuri Akar Keturunan Sang Bintang Muda
Pertanyaan mengenai eligibilitas Demiane untuk membela Indonesia terjawab melalui garis keturunan keluarganya yang cukup unik dan multikultural. Asal-usul darah Indonesia Demiane Agustien berasal dari garis ibu dan neneknya. Demiane Agustien memiliki darah Indonesia dari sang nenek yang lahir dan besar di Indonesia. Sementara itu, ibu Demiane Agustien mempunyai darah Indonesia-Belanda dan sang ayah memiliki percampuran darah Curacao-Belanda.
Perpaduan latar belakang ini menciptakan profil atlet yang secara genetik memiliki keunggulan fisik dan teknis. Dengan adanya hubungan darah langsung dari sang nenek, secara administratif Demiane memenuhi syarat untuk menjalani proses naturalisasi jika ia dan federasi mencapai kesepakatan di masa mendatang.
Warisan Sepak Bola dari Kemy Agustien
Bakat besar yang dimiliki Demiane tidak jatuh begitu saja dari langit. Darah sepak bola mengalir deras di nadinya berkat sang ayah yang merupakan sosok familiar di kancah sepak bola Eropa. Usut punya usut, ayah Demiane Agustien adalah eks pesepakbola, Kemy Agustien. Nama Kemy bukanlah nama sembarangan di Liga Inggris dan Belanda.
Kemy Agustien pernah memperkuat klub sejumlah klub Eropa seperti AZ Alkmaar, Swansea City, Crystal Palace hingga Brighton & Hove Albion. Pengalaman sang ayah bermain di level tertinggi Inggris tentu menjadi mentor terbaik bagi Demiane dalam meniti karier di Negeri Raja Charles tersebut. Menariknya lagi, Kemy juga memiliki sejarah di level tim nasional. Kemy Agustien juga pernah membela Timnas Curacao. Uniknya, debut Kemy Agustien bersama Timnas Curacao tercipta ketika juru taktik tim nasional itu ditangani Patrick Kluivert.
Perjalanan Karier yang Terus Menanjak di Inggris
Lahir pada 28 Juli 2007, Demiane memulai langkahnya di dunia sepak bola sejak usia dini. Karena karier sang ayah pernah berkarier di Inggris, tak heran karier sepakbola Demiane Agustien dimulai dari Negeri Ratu Elizabeth. Ia tidak langsung berada di Arsenal, melainkan menimba ilmu di beberapa akademi ternama Inggris lainnya sebagai proses pendewasaan bermain.
Ia memulai karier sepakbola di akademi West Bromwich Albion (WBA), lanjut ke Derby County dan akhirnya berlabuh ke Arsenal. Kepindahan ke London menjadi titik balik besar bagi kariernya. Di bursa transfer musim panas 2025, Arsenal mendatangkan Demiane Agustien yang saat itu baru saja menginjak usia remaja akhir. Kapasitasnya sebagai pemain serbabisa membuatnya menjadi aset berharga bagi pelatih muda Arsenal.
Saat ini Demiane Agustien yang biasa mentas sebagai gelandang serang maupun winger, muncul sebagai pemain andalan Arsenal U-21. Fleksibilitas posisi ini adalah kualitas yang sangat disukai oleh John Herdman dalam meramu taktik Timnas Indonesia. Statistiknya pun berbicara banyak mengenai kontribusinya bagi tim. Dari 15 pertandingan di semua kompetisi, Demiane Agustien mengemas empat gol. Jumlah gol dan penampilan Demiane Agustien diyakini akan terus berbenah seiring dengan bertambahnya jam terbang dan pengalaman tandingnya di level kompetitif.
Harapan untuk Masa Depan Timnas Indonesia
Keberhasilan Demiane mencetak hattrick di Premier League 2 menjadi pesan kuat bagi tim kepelatihan Timnas Indonesia. Dengan usia yang masih 18 tahun, ia merupakan investasi jangka panjang yang sangat berharga. Jika John Herdman memutuskan untuk memanggilnya, Demiane bisa menjadi motor serangan baru di lini tengah maupun sayap Garuda.
Kini, keputusan ada di tangan sang pemain dan federasi. Namun, melihat grafik karier yang terus menanjak dan performa terbarunya yang meledak di Emirates, bukan tidak mungkin kita akan segera melihat nama Demiane Agustien bersaing memperebutkan satu tempat di skuad FIFA Series 2026 atau kualifikasi turnamen besar lainnya.