Produksi Beras

Produksi Beras Nasional Awal 2026 Diproyeksi Meningkat, BPS Catat Tembus 10,16 Juta Ton

Produksi Beras Nasional Awal 2026 Diproyeksi Meningkat, BPS Catat Tembus 10,16 Juta Ton
Produksi Beras Nasional Awal 2026 Diproyeksi Meningkat, BPS Catat Tembus 10,16 Juta Ton

JAKARTA - Pemerintah optimistis terhadap ketersediaan beras nasional pada awal 2026.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras Indonesia berada dalam tren positif, seiring meningkatnya hasil panen sepanjang 2025 dan potensi panen besar pada kuartal pertama 2026.

Kinerja sektor pertanian, khususnya komoditas beras, dinilai cukup solid dalam menopang ketahanan pangan nasional. Meski dihadapkan pada tantangan cuaca dan potensi gangguan alam, proyeksi produksi masih menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.

BPS mencatat produksi beras sepanjang Desember 2025 mencapai 1,4 juta ton. Angka ini mencerminkan kenaikan yang cukup tajam jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan capaian tersebut, total produksi beras nasional sepanjang 2025 pun mengalami lonjakan yang cukup besar.

Produksi Beras Nasional 2025 Mengalami Kenaikan Signifikan

Berdasarkan rilis resmi BPS, produksi beras pada Desember 2025 tercatat sebesar 1,4 juta ton. Jumlah tersebut meningkat 22,19% dibandingkan Desember 2024 yang hanya mencapai 1,15 juta ton.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa peningkatan produksi di akhir tahun turut mendorong capaian total produksi beras sepanjang 2025.

“Dengan demikian maka produksi beras sepanjang Januari hingga Desember tahun 2025 itu mencapai 34,69 juta ton atau naik 4,07 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 13,29% meningkatnya jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024,” kata Ateng.

Kenaikan produksi tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya menjaga stabilitas pasokan beras nasional, terutama menjelang awal tahun dan periode konsumsi yang relatif tinggi.

Potensi Produksi Beras Kuartal I 2026 Tembus 10,16 Juta Ton

Memasuki tahun 2026, BPS juga memproyeksikan potensi produksi beras yang cukup besar pada kuartal pertama. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, potensi produksi beras nasional diperkirakan mencapai 10,16 juta ton.

Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 15,79% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni Januari hingga Maret 2025, yang tercatat sebesar 8,78 juta ton. Proyeksi ini didasarkan pada luas tanam dan estimasi panen yang tengah berlangsung di berbagai daerah sentra produksi.

Kenaikan potensi produksi pada awal tahun ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan beras di pasar domestik, sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.

Maret Jadi Puncak Panen Awal Tahun

BPS memprediksi puncak produksi beras pada kuartal pertama 2026 akan terjadi pada bulan Maret. Pada periode tersebut, tambahan produksi diperkirakan mencapai sekitar 5,35 juta ton beras.

Sementara itu, produksi beras pada Januari 2026 diperkirakan berada di angka 1,9 juta ton, sedangkan Februari 2026 diprediksi mencapai 2,9 juta ton. Pola ini mencerminkan siklus panen yang lazim terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Dengan kontribusi produksi yang cukup besar di bulan Maret, ketersediaan beras nasional pada awal tahun diperkirakan berada dalam kondisi relatif aman, asalkan tidak terjadi gangguan signifikan di lapangan.

BPS Ingatkan Risiko Gangguan Produksi di Lapangan

Meski proyeksi produksi menunjukkan tren positif, BPS tetap mengingatkan adanya potensi perubahan angka produksi akibat berbagai faktor eksternal. Ateng menegaskan bahwa estimasi tersebut masih bersifat potensi dan dapat berubah sesuai kondisi aktual di lapangan.

Beberapa faktor yang berpotensi memengaruhi realisasi produksi antara lain serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT), banjir, kekeringan, serta perubahan waktu panen akibat cuaca ekstrem.

Oleh karena itu, pemantauan lapangan secara berkala tetap diperlukan untuk memastikan bahwa potensi produksi dapat terealisasi sesuai dengan perkiraan yang telah disusun.

Jawa dan Luar Jawa Jadi Penopang Utama Produksi Beras

Secara geografis, potensi produksi beras pada Januari hingga Maret 2026 masih terkonsentrasi di sejumlah provinsi utama. Pulau Jawa tetap menjadi wilayah penyumbang terbesar produksi beras nasional.

“Secara umum sepanjang Januari sampai dengan Maret 2026, potensi tanaman panen sebagian besar terkonsentrasi pada beberapa provinsi yang pertama di Jawa, itu potensinya ada Jawa Barat, Jawa Timur dan juga Provinsi Banten,” lanjut Ateng.

Selain Jawa, BPS juga mencatat sejumlah daerah di luar Jawa sebagai kantong produksi padi yang berperan penting. Wilayah tersebut meliputi Sumatra Selatan, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Lampung, Sulawesi Selatan, serta Kalimantan Barat.

Dengan dukungan produksi dari berbagai wilayah tersebut, pemerintah berharap ketersediaan beras nasional tetap terjaga, sekaligus mampu meredam potensi gejolak harga di pasar domestik.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index