KEMENAG

Kemenag Bengkulu Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Kickoff Bola Gembira 2026

Kemenag Bengkulu Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Kickoff Bola Gembira 2026
Kemenag Bengkulu Dorong Ekonomi Rakyat Lewat Kickoff Bola Gembira 2026

JAKARTA - Kemeriahan menyambut pesta sepak bola dunia tahun 2026 mulai terasa hingga ke pelosok daerah di Indonesia. Tidak hanya soal lapangan hijau, momentum ini dimanfaatkan sebagai sarana mempererat kerukunan umat dan membangkitkan sektor ekonomi mikro. Hal ini ditegaskan dalam acara Kickoff “Bola Gembira” 2026 yang berlangsung meriah di Balai Buntar, Bengkulu.

Mewakili Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bengkulu, Dr. H. Saefudin, S.Ag., M.Si., Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Zakat dan Wakaf (Penais Zawa), H. Arsan S. Ibrahim, M.H., hadir untuk memberikan dukungan penuh. Acara yang diawali dengan senam bersama ini menjadi bagian dari pergerakan serentak di 34 stasiun di seluruh penjuru tanah air, menandai hitung mundur menuju kompetisi akbar yang dijadwalkal bergulir pada Juni hingga Juli mendatang.

Manifestasi Kehadiran Negara dalam Hiburan Sehat Masyarakat

Kickoff “Bola Gembira” bukan sekadar seremonial biasa. Kegiatan ini dirancang sebagai simbol bahwa euforia sepak bola internasional harus bisa dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa sekat, mulai dari kota besar hingga ke daerah-daerah. Pemerintah melalui agenda ini ingin memastikan kehadiran negara dalam menyediakan akses hiburan yang sehat, sekaligus membangun mentalitas kebersamaan di tengah keberagaman.

Rangkaian acara di Balai Buntar dimulai dengan senam massal yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. Suasana semakin pecah dengan adanya panggung hiburan dan kuis interaktif yang melibatkan partisipasi aktif warga. Puncaknya, momen tiupan peluit pertama yang dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia menjadi tanda resmi dimulainya demam sepak bola nasional menuju pentas dunia.

Sepak Bola sebagai Jembatan Persatuan Lintas Latar Belakang

Dalam sambutannya, H. Arsan S. Ibrahim menekankan bahwa Kementerian Agama melihat sisi filosofis dari olahraga sepak bola. Menurutnya, event seperti “Bola Gembira” memiliki nilai strategis untuk memperkokoh kohesi sosial. Ia menyampaikan pesan khusus dari Kakanwil Kemenag Bengkulu mengenai pentingnya menjaga kerukunan melalui kegembiraan bersama.

“Melalui momentum ini, kita ingin memastikan bahwa kegembiraan dirasakan bersama oleh seluruh masyarakat Bengkulu. Sepak bola menjadi medium pemersatu, memperkuat sportivitas, serta menumbuhkan semangat kebersamaan lintas latar belakang,” ujar Arsan saat menyampaikan pesan Kakanwil.

Kemenag Bengkulu memandang bahwa olahraga memiliki bahasa universal yang mampu mencairkan perbedaan. Dengan berkumpulnya masyarakat dalam satu frekuensi kegembiraan, diharapkan bibit-bibit persaudaraan di Bumi Merah Putih semakin kuat, sejalan dengan misi kementerian dalam merawat harmoni bangsa.

Mendorong UMKM Lokal Mencetak Gol di Sektor Ekonomi

Selain aspek sosial dan hiburan, poin yang paling menarik dalam penyampaian Arsan adalah dorongan terhadap sektor ekonomi rakyat. Perhelatan besar sepak bola diprediksi akan meningkatkan konsumsi masyarakat dan menciptakan konsentrasi massa. Hal ini harus dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kecil di Bengkulu untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Arsan menegaskan bahwa dampak dari euforia ini tidak boleh berhenti di lapangan pertandingan saja, tetapi harus menyentuh dapur masyarakat. “Bola Gembira bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga momentum bagi UMKM untuk naik kelas. Ekonomi masyarakat harus ikut bergerak dan ‘mencetak gol’ selama perhelatan ini berlangsung,” tambahnya dengan penuh optimisme.

Melalui integrasi antara hiburan dan pemberdayaan ekonomi, diharapkan masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi aktor yang merasakan dampak kesejahteraan dari perhelatan nasional dan internasional tersebut.

Komitmen Menjaga Sportivitas dan Kegembiraan di Bengkulu

Sebagai penutup, kegiatan ini diharapkan menjadi pemantik bagi masyarakat Bengkulu untuk menyambut bulan Juni dan Juli dengan semangat positif. Kemenag berharap ruang-ruang publik seperti Balai Buntar terus menjadi tempat persemaian nilai-punilai sportivitas dan kejujuran yang tercermin dari semangat olahraga.

Kesuksesan Kickoff “Bola Gembira” di Bengkulu menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat dapat menciptakan energi positif yang luar biasa. Dengan menjaga sportivitas dan mempererat persaudaraan, pesta sepak bola dunia 2026 tidak hanya akan menjadi catatan sejarah olahraga, tetapi juga sejarah penguatan persatuan bangsa.

Kehadiran jajaran Kemenag dalam acara ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter dan pesan damai bisa disampaikan melalui berbagai media, termasuk melalui keriuhan sepak bola yang penuh kegembiraan. (Biro Humas dan Komunikasi Publik)

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index