JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Jambi meminta jajaran direksi Bank Jambi untuk segera mempercepat pelaksanaan audit forensik guna memastikan integritas sistem serta keamanan data nasabah.
Langkah tegas ini diambil sebagai respon terhadap perkembangan situasi terkini yang menuntut transparansi tingkat tinggi dalam pengelolaan manajemen risiko teknologi informasi pada bank milik daerah tersebut.
Pihak otoritas menekankan bahwa audit forensik merupakan instrumen krusial untuk mengidentifikasi setiap celah keamanan serta memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa operasional perbankan berjalan sesuai standar prosedur.
Hingga Senin 23 Februari 2026 OJK terus memantau setiap tahapan yang dilakukan oleh manajemen bank guna memastikan perlindungan konsumen tetap menjadi prioritas utama dalam menghadapi tantangan sistemik.
Koordinasi Strategis Bersama Badan Siber Sandi Negara
Selain melakukan desakan terhadap internal bank pihak regulator juga berencana untuk segera melakukan langkah koordinasi teknis dengan Badan Siber dan Sandi Negara atau BSSN.
Kerja sama dengan lembaga ahli keamanan siber nasional tersebut bertujuan untuk memberikan bantuan teknis serta evaluasi mendalam terhadap infrastruktur digital yang digunakan oleh pihak perbankan saat ini.
Langkah kolaboratif ini dipandang sangat penting untuk memitigasi risiko serangan siber serta memastikan bahwa proses pemulihan atau penguatan sistem dilakukan berdasarkan standar keamanan nasional yang sangat ketat.
Transparansi hasil audit nantinya diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan publik secara penuh terhadap keandalan sistem perbankan daerah yang menjadi tulang punggung ekonomi bagi warga di seluruh wilayah Provinsi Jambi.
Komitmen Direksi Dalam Menjaga Stabilitas Perbankan
Merespons desakan dari pihak regulator jajaran direksi bank menyatakan komitmen penuhnya untuk menjalankan instruksi tersebut dengan sangat kooperatif guna menjaga stabilitas institusi keuangan yang mereka pimpin.
Pihak manajemen bank saat ini sedang melakukan seleksi terhadap lembaga auditor independen yang memiliki rekam jejak mumpuni dalam menangani kasus audit teknologi informasi pada sektor industri keuangan perbankan.
Upaya ini dilakukan secara paralel dengan penguatan internal guna memastikan layanan kepada nasabah tetap berjalan normal tanpa ada gangguan meskipun proses investigasi mendalam sedang berlangsung secara sangat intensif.
Manajemen bank juga menghimbau kepada seluruh nasabah untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya sambil menunggu hasil resmi dari proses audit forensik tersebut.
Pentingnya Manajemen Risiko Teknologi Informasi Perbankan
OJK mengingatkan bahwa sektor perbankan saat ini memiliki ketergantungan yang sangat tinggi terhadap teknologi digital sehingga penguatan manajemen risiko siber menjadi kewajiban yang tidak dapat ditawar lagi.
Setiap institusi keuangan diwajibkan untuk selalu memperbarui protokol keamanan mereka secara berkala guna menghadapi ancaman kejahatan siber yang semakin canggih dan sangat dinamis seiring dengan perkembangan teknologi informasi global.
Pengawasan ketat yang dilakukan oleh otoritas merupakan bentuk nyata dari fungsi perlindungan masyarakat guna menjamin setiap dana yang disimpan di bank tetap aman dari berbagai potensi gangguan.
Regulator akan terus memberikan arahan strategis agar bank daerah mampu meningkatkan daya saing melalui sistem teknologi yang sangat handal serta tata kelola perusahaan yang sangat baik dan transparan sekali.
Perlindungan Data Pribadi Dan Dana Nasabah
Fokus utama dari percepatan audit ini adalah memberikan kepastian hukum dan teknis bahwa data pribadi nasabah tidak mengalami kebocoran yang dapat merugikan pihak konsumen secara material maupun nonmaterial.
Bank diwajibkan untuk memiliki sistem cadangan serta protokol penanganan krisis yang sangat efektif agar setiap kendala teknis dapat diatasi dalam waktu yang sangat singkat tanpa merusak integritas data.
Keamanan dana nasabah dijamin tetap aman selama nasabah tetap mengikuti instruksi resmi dari pihak bank dan tidak memberikan informasi rahasia seperti kata sandi kepada pihak manapun yang tidak dikenal.
Hasil koordinasi antara OJK bank daerah dan BSSN nantinya akan menjadi acuan bagi perbaikan sistemik jangka panjang guna mewujudkan ekosistem perbankan digital yang sehat kuat serta sangat terpercaya sekali.