JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan performa positif pada perdagangan awal pekan ini, didorong oleh penguatan signifikan saham-saham di bawah naungan Barito Group milik taipan Prajogo Pangestu.
Hingga Senin 23 Februari 2026, laju indeks terus berada di zona hijau seiring dengan meningkatnya volume pembelian pada sektor material dasar yang menjadi penopang utama bursa domestik saat ini.
Kepercayaan investor terhadap prospek bisnis energi terbarukan dan petrokimia memberikan sentimen positif yang cukup kuat, di tengah fluktuasi pasar global yang masih cenderung berhati-hati dalam merespons kebijakan suku bunga internasional.
Peran Sentral Saham TPIA Dan BRPT
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menjadi penggerak utama (market movers) yang membawa IHSG melesat melampaui level psikologisnya pada sesi perdagangan kali ini.
Kenaikan harga saham TPIA dipicu oleh optimisme pasar terhadap langkah ekspansi strategis perusahaan dalam memperkuat rantai pasok kimia nasional serta rencana pengembangan proyek infrastruktur energi baru.
Sementara itu, BRPT turut mengekor dengan performa yang sangat solid sekali, mencerminkan apresiasi pasar terhadap diversifikasi portofolio perusahaan yang dinilai semakin tangguh dalam menghadapi dinamika pasar modal tahun ini.
Para analis melihat bahwa akumulasi beli oleh investor asing pada kedua saham ini menjadi bukti bahwa fundamental perusahaan di sektor ini masih dipandang sangat prospektif dalam jangka panjang bagi para pemegang saham.
Sentimen Sektor Material Dan Energi
Penguatan IHSG tidak hanya didominasi oleh Grup Barito, melainkan juga didukung oleh pergerakan positif sektor material dasar secara keseluruhan yang mengalami kenaikan harga komoditas global secara moderat.
Data bursa menunjukkan bahwa rotasi sektor mulai terlihat, di mana investor cenderung beralih ke saham-saham yang memiliki keterkaitan erat dengan hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia.
Meskipun beberapa saham perbankan mengalami aksi ambil untung (profit taking), namun kekuatan dorongan dari sektor energi dan material mampu menutupi penurunan tersebut sehingga indeks tetap terjaga di zona apresiasi.
Kondisi likuiditas pasar yang cukup memadai pada hari ini juga membantu menjaga volatilitas indeks agar tidak terlalu tajam, memberikan ruang bagi investor ritel untuk ikut serta dalam tren penguatan jangka pendek ini.
Respons Pasar Terhadap Kondisi Makroekonomi
Investor saat ini juga tengah mencermati rilis data ekonomi domestik serta arah kebijakan moneter Bank Indonesia yang diharapkan tetap mendukung pertumbuhan stabilitas pasar modal nasional.
Nilai tukar rupiah yang relatif stabil terhadap dolar Amerika Serikat memberikan rasa aman bagi investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di pasar ekuitas Indonesia tanpa khawatir akan risiko depresiasi mata uang yang berlebihan.
IHSG diprediksi masih akan menguji level resisten berikutnya jika sentimen positif dari kinerja emiten-emiten besar terus berlanjut hingga penutupan perdagangan kuartal pertama tahun dua ribu dua puluh enam ini.
Otoritas bursa senantiasa menghimbau para pelaku pasar untuk tetap melakukan analisis fundamental secara mendalam serta memperhatikan diversifikasi aset guna memitigasi risiko di tengah ketidakpastian geopolitik dunia yang dinamis.
Proyeksi Pergerakan Indeks Kedepannya
Secara teknikal, posisi IHSG saat ini menunjukkan sinyal bullish yang cukup kuat selama mampu bertahan di atas level dukungan (support) yang telah terbentuk dalam beberapa hari perdagangan terakhir.
Diharapkan penguatan saham-saham berkapitalisasi besar seperti TPIA dan BRPT dapat menjadi katalisator bagi saham-saham lapis kedua untuk ikut bergerak naik, sehingga tercipta pemerataan pertumbuhan di seluruh sektor bursa.
Visi besar pasar modal Indonesia adalah menjadi pusat investasi yang kredibel di kawasan Asia Tenggara, didukung oleh emiten-emiten berkualitas yang menerapkan standar tata kelola perusahaan yang sangat baik dan transparan bagi publik.
Dengan fundamental ekonomi nasional yang tetap terjaga, peluang IHSG untuk mencatatkan rekor tertinggi baru di tahun ini tetap terbuka lebar, selama stabilitas politik dan ekonomi domestik tetap berjalan dengan sangat kondusif sekali.