JAKARTA - Menu takjil berupa kolak pisang serta es buah menempati urutan teratas sebagai hidangan berbuka puasa yang paling digemari oleh banyak keluarga.
Kehadiran kudapan manis ini seolah telah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi masyarakat di tanah air saat memasuki bulan suci Ramadan. Berdasarkan pantauan tren kuliner pada hari Kamis 19 Februari 2026, kedua jenis hidangan ini selalu muncul sebagai rekomendasi utama untuk membatalkan puasa. Cita rasa manis dan menyegarkan dipercaya mampu mengembalikan energi tubuh yang sempat menurun setelah seharian penuh menahan lapar serta dahaga saat beraktivitas.
Kelezatan Kolak Pisang Sebagai Menu Klasik Tak Tergantikan
Kolak pisang tetap mempertahankan posisinya sebagai raja takjil berkat perpaduan sempurna antara rasa manis gula aren dan gurihnya santan kelapa yang kental. Aroma daun pandan yang sangat khas dalam proses perebusan memberikan sensasi relaksasi tersendiri bagi siapa saja yang sedang menanti datangnya waktu berbuka puasa. Banyak orang yang menambahkan bahan pelengkap lain seperti kolang-kaling atau ubi jalar guna memperkaya tekstur dan rasa di dalam setiap mangkuk sajian tersebut.
Kelebihan utama dari menu ini adalah kemudahan dalam mendapatkan bahan baku serta proses pembuatannya yang sangat sederhana bagi para ibu di rumah. Masyarakat menilai bahwa menyantap kolak dalam keadaan hangat mampu menenangkan perut yang kosong sebelum beralih ke menu makanan yang jauh lebih berat nantinya. Tradisi menyajikan kolak pisang juga sering kali menjadi momen kebersamaan antar anggota keluarga saat bersama-sama menyiapkan hidangan di area dapur menjelang waktu magrib.
Segarnya Es Buah Sebagai Pelepas Dahaga Yang Sangat Ampuh
Selain kolak, es buah hadir sebagai pilihan alternatif yang sangat menyegarkan terutama jika cuaca sedang terasa sangat panas di sepanjang hari tersebut. Potongan buah-buahan segar seperti melon, semangka, pepaya, dan buah naga yang dicampur dengan sirup manis serta es batu memberikan kesegaran yang sangat instan. Kandungan vitamin alami dari berbagai jenis buah yang digunakan juga memberikan manfaat kesehatan tambahan untuk menjaga daya tahan tubuh selama menjalani ibadah puasa.
Variasi es buah kini semakin beragam dengan tambahan jelly, biji selasih, hingga susu kental manis yang membuatnya semakin menggugah selera makan bagi anak-anak. Kepraktisan dalam penyajian membuat es buah menjadi solusi cerdas bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu namun ingin menghidangkan sesuatu yang spesial untuk keluarga. Pada hari Kamis 19 Februari 2026, permintaan akan buah-buahan segar di pasar tradisional terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan seiring dengan tingginya minat masyarakat.
Alasan Psikologis Di Balik Popularitas Menu Takjil Manis
Secara medis, mengonsumsi makanan atau minuman manis saat berbuka puasa sangat dianjurkan untuk meningkatkan kembali kadar gula darah yang menurun secara drastis. Kolak dan es buah menyediakan asupan glukosa yang cepat diserap oleh tubuh sehingga rasa lemas dan pusing setelah berpuasa bisa segera teratasi dengan baik. Selain faktor kesehatan, adanya keterikatan emosional terhadap masakan masa kecil membuat menu-menu tradisional ini tetap memiliki tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat.
Bagi banyak orang, aroma kolak pisang yang tercium dari dapur rumah merupakan simbol kehangatan dan kebahagiaan yang selalu dirindukan setiap kali bulan Ramadan datang kembali. Meskipun saat ini banyak bermunculan jenis minuman kekinian, namun daya tarik takjil legendaris ini terbukti tidak pernah pudar oleh pergantian tren zaman yang ada. Keseimbangan rasa yang pas antara manis dan segar menjadikan kolak serta es buah sebagai pasangan yang sulit dipisahkan dalam daftar menu buka puasa harian.
Tips Menyajikan Hidangan Berbuka Yang Sehat Bagi Keluarga
Meskipun lezat, para ahli gizi menyarankan agar penggunaan gula dan santan dalam pembuatan kolak tetap dalam batas yang wajar agar tidak berlebihan. Bagi penderita diabetes, penggunaan gula aren alami atau pemanis rendah kalori bisa menjadi alternatif yang lebih aman tanpa mengurangi kenikmatan dari hidangan klasik tersebut. Sedangkan untuk es buah, penggunaan buah-buahan yang sudah matang secara alami lebih disarankan dibandingkan dengan menambahkan terlalu banyak sirup buatan yang mengandung bahan pengawet.
Kreativitas dalam memilih jenis buah yang sedang musim juga bisa menjadi cara untuk menghemat anggaran belanja kebutuhan dapur harian bagi para ibu rumah tangga. Menyajikan takjil buatan sendiri di rumah tentunya jauh lebih terjamin kebersihan dan kualitas bahannya dibandingkan dengan membeli di pinggir jalan yang terpapar debu kendaraan. Dengan perencanaan yang matang, momen berbuka puasa bersama keluarga akan menjadi lebih bermakna dan tetap mendukung pola hidup sehat yang seimbang di bulan suci.
Menjaga Tradisi Kuliner Ramadan Di Tengah Modernitas Zaman
Keberadaan kolak pisang dan es buah sebagai takjil favorit merupakan bukti bahwa tradisi kuliner nusantara masih sangat dihargai dan dijaga kelestariannya oleh generasi muda. Inovasi dalam penyajian mungkin saja berubah, namun resep dasar dan esensi dari hidangan tersebut tetap dipertahankan sebagai bagian dari identitas budaya bangsa Indonesia. Masyarakat diharapkan dapat terus mengeksplorasi kekayaan kuliner lokal lainnya yang tidak kalah nikmat dan bermanfaat bagi kesehatan tubuh selama menjalankan ibadah puasa berlangsung.
Hari Kamis 19 Februari 2026 ini menjadi saksi betapa antusiasnya warga dalam mempersiapkan menu berbuka yang terbaik untuk dipersembahkan kepada orang-orang yang mereka cintai. Semangat berbagi takjil kepada sesama juga sering kali melibatkan kedua menu ini sebagai paket hantaran yang sangat umum ditemukan di masjid maupun lingkungan sosial. Semoga keberkahan bulan Ramadan senantiasa menyertai setiap keluarga yang menjalankan ibadah dengan penuh kesabaran dan keikhlasan dalam menyambut kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa.