JAKARTA - Bulan suci Ramadhan selalu identik dengan kearifan lokal dalam memilih hidangan pembuka. Namun, pada tahun 2026 ini, sebuah pergeseran gaya hidup mulai terasa di meja makan masyarakat Indonesia. Melepas dahaga bukan lagi sekadar soal air putih atau sirup, melainkan tentang mencari sensasi kesegaran yang mampu memberikan "kejutan" menyenangkan setelah belasan jam menahan haus. Menjawab tradisi berburu takjil tersebut, JOYDAY resmi meluncurkan rangkaian inovasi es krim terbaru yang dirancang khusus sebagai pendamping berbuka puasa maupun pencuci mulut (dessert) saat momen kumpul keluarga di bulan Ramadan.
Kehadiran inovasi ini memberikan warna baru dalam peta kuliner Ramadhan. Jika biasanya meja makan didominasi oleh minuman tradisional seperti kolak atau es cendol, JOYDAY membawa variasi tekstur dan palet rasa internasional ke dalam ritual berbuka. Fokus utama tahun ini adalah menghadirkan sensasi dingin yang mampu menetralkan rasa setelah seharian berpuasa, namun tetap memberikan kelezatan yang premium. Es krim kini naik kelas, dari sekadar camilan anak-anak menjadi elemen krusial yang dinanti sebagai "gong" atau penutup istimewa saat berbuka.
Memahami Lidah Konsumen Indonesia saat Ramadan
Strategi yang diambil oleh produsen es krim ini tidaklah sembarangan. Ada riset mendalam mengenai perilaku konsumen Indonesia yang unik, terutama saat memasuki fase Iftar. Presiden Direktur PT Yili Indonesia Dairy, Yu Miao, menjelaskan bahwa pemilihan varian rasa tahun ini didasarkan pada karakteristik konsumen Indonesia yang menyukai perpaduan rasa manis, creamy, dan aroma buah yang kuat.
Hal ini krusial karena saat berbuka, lidah cenderung mencari rasa yang intens namun tidak membuat enek. "Kami ingin menjadikan es krim sebagai pilihan takjil yang praktis namun tetap berkualitas, memberikan momen kesegaran yang konsisten di setiap gigitan saat azan Magrib berkumandang," ujar Yu Miao. Dengan pendekatan ini, es krim diposisikan sebagai solusi cepat bagi mereka yang menginginkan kesegaran tanpa perlu waktu persiapan yang lama.
Eksplorasi Rasa Premium untuk Pengalaman Berbuka yang Kompleks
Bagi pencinta kuliner yang mencari pengalaman rasa lebih kompleks, JOYDAY menghadirkan kategori premium yang menonjolkan kedalaman rasa. Inovasi ini menyasar keluarga yang ingin memberikan hidangan penutup spesial di rumah. Beberapa varian yang diperkenalkan mencakup kombinasi bahan-bahan berkualitas tinggi yang jarang ditemukan dalam produk es krim massal biasa.
Beberapa di antaranya adalah Premice Matcha yang menawarkan kelembutan teh hijau yang autentik, sangat cocok bagi mereka yang menyukai aroma earthy dan ketenangan rasa. Selain itu, ada pula Dolce Crème Black Forest & Vanilla yang secara cerdas menghadirkan sensasi kue klasik dalam bentuk dingin. Tidak ketinggalan, Twist Cone Chocolate & Forest Berry menjadi salah satu primadona karena perpaduan cokelat pekat dengan asam segar buah beri yang sangat pas untuk membangkitkan energi pasca-berpuasa. Kombinasi rasa pahit, manis, dan asam ini dipercaya dapat menstimulasi indra perasa secara optimal setelah seharian beristirahat.
Solusi Praktis bagi Masyarakat dengan Mobilitas Tinggi
Ramadan di Indonesia, khususnya di kota-kota besar, sering kali diwarnai dengan tantangan mobilitas. Banyak pekerja atau masyarakat yang masih berada di dalam kendaraan atau transportasi umum tepat saat azan Magrib berkumandang. Memahami tingginya mobilitas masyarakat saat waktu berbuka (terutama bagi yang masih di perjalanan), JOYDAY juga menyediakan varian praktis yang mudah dinikmati di mana saja (on-the-go).
Varian-varian ini didesain agar tidak berantakan saat dikonsumsi di tempat umum namun tetap memberikan kepuasan kuliner yang sama baiknya dengan porsi rumahan. Varian seperti Sandwich Matcha, Crunch Blueberry Yogurt, hingga Double Scoop Mango & Coconut hadir sebagai solusi takjil yang terjangkau namun tetap memberikan kepuasan kuliner. Kehadiran rasa buah tropis seperti mangga dan kelapa memberikan keterikatan emosional dengan rasa lokal yang segar, menjadikannya pilihan favorit yang mudah diterima oleh lidah siapa saja.
Es Krim Sebagai Bagian dari Gaya Hidup Ramadan
Lebih jauh lagi, fenomena menjadikan es krim sebagai hidangan berbuka ini mencerminkan bagaimana masyarakat Indonesia semakin adaptif terhadap inovasi kuliner. Es krim dianggap memiliki kemampuan luar biasa untuk mencairkan suasana dan menambah keakraban saat berkumpul bersama sanak saudara setelah salat Tarawih maupun saat makan besar.
“Optimisme kami adalah menjadikan JOYDAY sebagai bagian dari gaya hidup Ramadan masyarakat. Es krim bukan lagi sekadar camilan, tapi telah menjadi elemen dessert yang melengkapi kehangatan meja makan keluarga Indonesia,” tutup Yu Miao. Pernyataan ini menegaskan bahwa nilai dari sepotong es krim kini telah meluas menjadi simbol kebersamaan dan kemeriahan dalam merayakan kemenangan harian setelah berpuasa.
Kini, seluruh rangkaian produk penyegar Ramadan ini sudah tersedia di pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern di seluruh Indonesia. Keberadaan distribusi yang luas ini memastikan akses kesegaran tersedia bagi siapa saja yang ingin merayakan kemenangan hariannya dengan cara yang menyenangkan, mulai dari warung dekat rumah hingga supermarket besar di pusat kota.