BI-FAST

BI-FAST Tahap Dua Resmi Diperluas untuk Mendukung Transaksi Digital Nasional

BI-FAST Tahap Dua Resmi Diperluas untuk Mendukung Transaksi Digital Nasional
BI-FAST Tahap Dua Resmi Diperluas untuk Mendukung Transaksi Digital Nasional

JAKARTA - Penguatan sistem pembayaran digital nasional terus dilakukan melalui pengembangan layanan BI-FAST tahap dua. 

Bank Indonesia mencatat kinerja positif dari implementasi lanjutan BI-FAST yang semakin luas digunakan oleh perbankan dan pelaku usaha. Sepanjang 2025, transaksi yang diproses melalui BI-FAST tahap dua menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan berkelanjutan.

Bank Indonesia menilai perluasan layanan ini menjadi bagian penting dalam mendorong efisiensi transaksi non-tunai. Pengembangan BI-FAST dilakukan untuk menjawab kebutuhan transaksi massal dan pembayaran berulang yang semakin meningkat. Inisiatif ini sekaligus memperkuat fondasi ekosistem pembayaran digital nasional.

Sepanjang 2025, layanan BI-FAST tahap dua mencatat sekitar 151.000 transaksi dengan nilai mencapai Rp 9,55 triliun. Capaian tersebut mencerminkan peningkatan pemanfaatan layanan lanjutan oleh sektor perbankan dan dunia usaha. BI menilai tren ini akan terus berlanjut seiring bertambahnya use case transaksi digital.

Peluncuran Layanan Baru BI-FAST

Pada akhir 2024, Bank Indonesia meluncurkan tiga layanan baru dalam pengembangan BI-FAST Fase I Tahap 2. Ketiga layanan tersebut meliputi bulk credit transfer, request for payment, dan direct debit transfer. Peluncuran ini bertujuan memperluas cakupan layanan pembayaran digital yang lebih fleksibel.

Menurut Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso, ketiga layanan tersebut berkontribusi signifikan terhadap total transaksi BI-FAST tahap dua. Sepanjang 2025, volume transaksi dari layanan tersebut mencapai kisaran 151.000 transaksi. Nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 9,55 triliun.

Pengembangan ini menjadi langkah strategis dalam mendukung digitalisasi transaksi. Layanan baru memungkinkan proses pembayaran yang lebih efisien bagi berbagai segmen pengguna. BI berharap inovasi ini dapat meningkatkan kenyamanan dan kecepatan transaksi.

Partisipasi Perbankan Semakin Luas

Hingga akhir 2025, implementasi BI-FAST tahap dua telah diikuti oleh 16 bank peserta. Partisipasi ini menunjukkan komitmen perbankan nasional dalam mendukung sistem pembayaran digital. BI menilai keterlibatan bank menjadi kunci keberhasilan implementasi layanan.

Kehadiran BI-FAST tahap dua diharapkan mampu memperluas use case transaksi. Layanan ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan ritel, korporasi, serta ekosistem bisnis. Transaksi massal dan pembayaran berulang menjadi fokus utama pengembangan.

Dengan semakin banyak bank yang bergabung, jangkauan layanan BI-FAST diproyeksikan terus meningkat. Hal ini membuka peluang efisiensi yang lebih besar bagi nasabah. BI optimistis layanan ini akan semakin relevan bagi kebutuhan transaksi harian.

Kebijakan Biaya yang Terjangkau

Dari sisi biaya, Bank Indonesia menegaskan bahwa BI-FAST tidak ditujukan sebagai sumber pendapatan. Penyelenggaraan layanan ini difokuskan untuk menyediakan sistem pembayaran yang efisien dan terjangkau. BI menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.

Untuk layanan bulk credit transfer, BI mengenakan biaya Rp 16 per transaksi kepada peserta. Sementara itu, bank peserta membebankan biaya sekitar Rp 2.100 per transaksi kepada nasabah. Skema ini dirancang agar tetap kompetitif dan efisien.

Adapun untuk layanan request for payment dan direct debit transfer, BI menetapkan biaya Rp 19 per transaksi kepada peserta. Bank peserta mengenakan biaya sekitar Rp 2.500 per transaksi kepada nasabah. Penetapan tarif ini dilakukan secara terukur dan transparan.

Komitmen Efisiensi dan Inklusi Keuangan

“Penetapan tarif ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia untuk mendorong efisiensi sistem pembayaran nasional sekaligus mendukung inklusi keuangan,” kata Ramdan. Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan BI dalam pengembangan BI-FAST. Layanan ini diharapkan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat.

BI terus mendorong pemanfaatan BI-FAST oleh perbankan dan pelaku industri. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat ekosistem pembayaran digital yang aman dan cepat. BI menilai kolaborasi dengan industri menjadi faktor penting keberhasilan.

Ke depan, pengembangan BI-FAST akan terus disesuaikan dengan kebutuhan pasar. Bank Indonesia berkomitmen menjaga stabilitas dan keandalan sistem pembayaran. Dengan demikian, BI-FAST diharapkan menjadi tulang punggung transaksi digital nasional yang berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index