Petani

Festival Loang Baloq Angkat Petani Durian Lokal Lombok

Festival Loang Baloq Angkat Petani Durian Lokal Lombok
Festival Loang Baloq Angkat Petani Durian Lokal Lombok

JAKARTA - Antusiasme masyarakat terlihat jelas sejak hari pertama Festival Durian Lokal di kawasan wisata Loang Baloq, Kota Mataram. Meski sempat diguyur hujan, pengunjung tetap memadati area festival untuk berburu durian lokal dengan harga terjangkau. 

Transaksi langsung antara petani dan pembeli menjadi daya tarik utama, sekaligus membuktikan tingginya minat masyarakat terhadap durian daerah yang dinilai berkualitas dan lebih ramah di kantong.

Festival yang hanya digelar selama dua hari ini langsung mencatat hasil signifikan. Hampir 2.000 buah durian dilaporkan laku terjual dalam sehari. Capaian tersebut menunjukkan bahwa durian lokal masih memiliki tempat istimewa di hati konsumen, terutama ketika akses pembelian dibuat lebih dekat dan transparan.

Antusiasme Tinggi Meski Diguyur Hujan

Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyampaikan bahwa tingginya penjualan pada hari pertama menjadi sinyal positif bagi pengembangan durian lokal. 

Ia menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar karena transaksi dilakukan langsung dari petani kepada konsumen, tanpa perantara.

“Baru hari pertama saja sudah hampir 2.000 buah terjual. Harganya di bawah harga pasar karena langsung dari petani,” ujar Cahya.

Menurutnya, festival ini dirancang tidak hanya sebagai ajang jual beli, tetapi juga sebagai sarana promosi durian lokal agar lebih dikenal luas. Meski berlangsung singkat, kegiatan ini mampu menciptakan perputaran ekonomi yang cepat bagi para petani dan pedagang yang terlibat.

Ruang Promosi Bagi Petani Lokal

Festival Durian Lokal Loang Baloq diikuti oleh 17 petani dan pedagang durian yang berasal dari Kabupaten Lombok Utara dan Lombok Timur. Konsep kegiatan dibuat sederhana, dengan fokus mempertemukan petani dan konsumen secara langsung. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan keuntungan petani sekaligus memberi pengalaman berbelanja yang lebih autentik bagi pembeli.

Cahya menegaskan bahwa penyelenggaraan festival tidak mengganggu ekosistem pasar durian di Kota Mataram. Durasi yang hanya dua hari dinilai cukup untuk promosi tanpa menggeser peran pedagang durian di kota.

“Karena hanya dua hari, ini tidak merusak pasar durian di Mataram. Setelah festival selesai, masyarakat tetap akan kembali belanja ke pedagang durian di kota,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, festival ini tidak hanya menguntungkan petani peserta, tetapi juga tetap menjaga keseimbangan pasar durian lokal secara keseluruhan.

Kontes Durian Dorong Kepercayaan Produk Daerah

Selain penjualan, festival juga dimeriahkan dengan kontes durian lokal. Beberapa varietas khas daerah ikut dilombakan, di antaranya Durian Selolos, KLU, dan Kelotok. Seluruh durian yang masuk dalam kontes merupakan durian lokal, tanpa melibatkan varietas impor.

Kasi Intel Kejari Mataram, Harun Al Rasyid, yang dipercaya menjadi juri dalam kontes tersebut, menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan bagi petani durian lokal. Ia menilai kualitas durian daerah tidak kalah dengan durian luar yang selama ini mendominasi pasar.

“Petani lokal harus terus kita dukung. Durian lokal kualitasnya tidak kalah dan harus mampu bersaing dengan durian luar. Kegiatan seperti ini memberi ruang bagi petani untuk menunjukkan kualitas durian daerah,” tegas Harun.

Menurutnya, kontes durian juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai produk lokal. Kepercayaan petani terhadap hasil panennya pun diharapkan meningkat seiring apresiasi yang diberikan publik.

Dampak Pariwisata Dan Dukungan Swasta

Menariknya, Festival Durian Lokal Loang Baloq digelar tanpa menggunakan anggaran pemerintah daerah. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan pihak swasta, yakni Project Gemilang. 

Kolaborasi tersebut menunjukkan bahwa peran sektor swasta dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah dalam mendorong ekonomi lokal.

Owner Project Gemilang, Nazri, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan yang berfokus pada penguatan ekonomi petani. Menurutnya, festival durian tidak hanya berdampak pada penjualan, tetapi juga menjadi hiburan dan daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

“Kami ingin kegiatan seperti ini bisa terus berjalan. Selain menggerakkan ekonomi petani, festival durian juga menjadi hiburan dan daya tarik bagi masyarakat,” ujarnya.

Dari sisi pariwisata, festival ini juga dinilai memberikan dampak positif. Sejumlah wisatawan mancanegara terlihat hadir di lokasi, diduga datang atas rekomendasi agen perjalanan. 

Hal ini memperkuat posisi Loang Baloq sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga pengalaman kuliner khas daerah.

Pemerintah Kota Mataram pun membuka peluang agar Festival Durian Lokal dapat dijadikan agenda tahunan. Ke depan, jumlah petani yang terlibat diharapkan bisa lebih banyak sehingga manfaat ekonomi yang dirasakan juga semakin luas. Dengan dukungan berkelanjutan, festival ini berpotensi menjadi ikon promosi durian lokal sekaligus penggerak pariwisata berbasis produk daerah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index