Garuda Indonesia Optimistis Catat Kinerja Positif Selama Periode Lebaran Tahun Ini

Senin, 23 Februari 2026 | 12:12:40 WIB
Garuda Indonesia Optimistis Catat Kinerja Positif Selama Periode Lebaran Tahun Ini

JAKARTA - Garuda Indonesia membidik pertumbuhan kinerja yang positif pada periode Lebaran 2026. 

Penyesuaian harga tiket diproyeksikan berada di kisaran 17%-18% dengan dukungan insentif PPN Ditanggung Pemerintah hingga 100%. Selain itu, penyesuaian Passenger Service Charge dan fuel surcharge diharapkan mendorong optimalisasi kapasitas penerbangan.

Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Thomas Oentoro, menekankan bahwa kebijakan harga ini menjadi fondasi berkelanjutan bagi ekosistem aviasi nasional.

 Ia menyebut tren positif volume penumpang mampu meningkatkan jaringan penerbangan Garuda Group. “Kami tetap mengedepankan standar keselamatan dan kualitas layanan,” jelas Thomas.

Sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan dianggap kunci keberhasilan. Thomas percaya sektor penerbangan akan memperkuat konektivitas, pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi daerah. Kebijakan stimulus ini dianggap mencerminkan konsolidasi lintas sektor yang strategis untuk kelancaran mobilitas masyarakat.

Proyeksi Volume Penumpang Lebaran 2026

Proyeksi penumpang Lebaran 2026 menunjukkan potensi tren positif dibandingkan tahun sebelumnya. Garuda Indonesia dan anak usaha Citilink menyiapkan kapasitas yang optimal untuk menghadapi puncak mudik. Targetnya adalah meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan jumlah kursi yang tersedia.

Lebaran tahun lalu, total penumpang yang diangkut mencapai 1.560.233 orang, sekitar 80% dari seat load factor. Angkutan tahun ini diperkirakan naik 12,15% dibandingkan periode Lebaran 2024. Lonjakan ini menunjukkan permintaan perjalanan udara yang stabil dan terus meningkat setiap musim.

Thomas menyatakan bahwa pertumbuhan penumpang domestik menjadi fokus utama. Selain itu, penerbangan internasional juga akan tetap diperhitungkan dalam strategi jaringan. Hal ini sejalan dengan target penguatan peran Garuda sebagai penggerak mobilitas nasional.

Penyesuaian Tarif Garuda Indonesia dan Citilink

Garuda Indonesia telah menyesuaikan harga tiket ekonomi untuk rute domestik mulai 10 Februari hingga 29 Maret 2026. Periode penerbangan yang berlaku adalah 14–29 Maret 2026. Penyesuaian ini sesuai ketentuan yang berlaku dan diharapkan mempermudah masyarakat memperoleh akses penerbangan.

Citilink, anak usaha Garuda Group, juga melakukan penyesuaian harga tiket ekonomi mulai 11 Februari 2026. Tujuannya memperluas aksesibilitas transportasi udara dengan segmentasi layanan yang saling melengkapi. Thomas Oentoro menegaskan bahwa kombinasi layanan ini memberikan pilihan optimal bagi penumpang.

Penyesuaian tarif ini diharapkan mampu mendorong okupansi tinggi di musim Lebaran. Dengan harga lebih kompetitif, penumpang mendapatkan kemudahan dan kenyamanan perjalanan. Hal ini juga memperkuat sinergi antara Garuda Indonesia dan Citilink dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Realisasi Angkutan Penumpang Tahun Lalu

Pada Lebaran 2025, Garuda Indonesia mengangkut 766.251 penumpang dengan rincian 577.954 domestik dan 188.297 internasional. Citilink mengangkut 793.982 penumpang, terdiri dari 769.427 domestik dan 24.555 internasional. Data ini menjadi dasar perencanaan kapasitas dan strategi penjualan tiket tahun ini.

Thomas menyebut bahwa angka tersebut menunjukkan keberhasilan Garuda dalam mengelola trafik tinggi. Penumpang dapat terlayani dengan efisien meski pada peak season. “Kami ingin memastikan kenyamanan dan kepuasan pelanggan tetap terjaga,” kata Thomas.

Rasio seat load factor yang tercapai juga menjadi indikator kinerja positif. Peningkatan jumlah penumpang domestik menjadi sorotan utama. Hal ini sejalan dengan strategi penguatan jaringan penerbangan di seluruh wilayah Indonesia.

Optimisme Garuda Menyambut Lebaran 2026

Garuda Indonesia menatap Lebaran 2026 dengan optimisme tinggi. Thomas Oentoro yakin stimulus dan penyesuaian tarif akan mendongkrak kinerja perusahaan. “Proyeksi ini menjadi dasar untuk mencapai target pertumbuhan dan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Penguatan ekosistem aviasi nasional tetap menjadi fokus utama. Sinergi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dianggap penting untuk kesuksesan periode mudik. Garuda berkomitmen menjaga keselamatan, kenyamanan, serta kualitas layanan di semua penerbangan.

Thomas menambahkan bahwa strategi harga tiket yang kompetitif dan layanan berkualitas akan meningkatkan loyalitas penumpang. Hal ini menjadi modal penting bagi Garuda menghadapi musim puncak mudik. Dengan persiapan matang, Garuda Indonesia siap menyambut Lebaran 2026 dengan kinerja positif dan layanan optimal.

Terkini