Tips Membuat Kue Lidah Kucing Renyah dan Tipis untuk Ramadan 2026

Rabu, 18 Februari 2026 | 15:27:18 WIB
Tips Membuat Kue Lidah Kucing Renyah dan Tipis untuk Ramadan 2026

JAKARTA - Menjalani hari-hari puasa sering kali terasa panjang, terutama saat aktivitas di luar rumah berkurang.

Banyak orang memilih mengisi waktu dengan kegiatan yang bermanfaat, salah satunya mencoba resep camilan sendiri. Di momen Ramadan 2026, kue kering kembali menjadi primadona karena bisa dinikmati saat berbuka maupun disajikan untuk tamu menjelang Lebaran. Dari sekian banyak jenis kue, lidah kucing termasuk yang paling digemari karena rasanya ringan dan teksturnya renyah.

Membuat kue lidah kucing juga relatif mudah dibanding kue kering lainnya. Prosesnya sederhana, bahan mudah didapat, dan hasilnya bisa dinikmati seluruh keluarga. Meski terlihat simpel, tetap ada beberapa teknik yang perlu diperhatikan agar kue tidak melebar, tidak keras, dan tetap tipis saat dipanggang. Berikut panduan dan tip membuat kue lidah kucing renyah yang bisa dicoba untuk mengisi waktu luang selama puasa Ramadan 2026.

Pemilihan Bahan Menentukan Hasil Akhir

Langkah awal yang tidak boleh diabaikan adalah menyiapkan bahan dengan takaran tepat. Gunakan mentega berkualitas agar aroma kue lebih harum dan rasa lebih gurih. Untuk pemanis, sebaiknya memakai gula halus karena lebih mudah tercampur dan membuat adonan terasa lembut.

Putih telur berfungsi sebagai pengikat adonan. Kocok putih telur hingga berbusa ringan saja, tidak perlu sampai kaku. Tepung terigu yang digunakan sebaiknya berprotein rendah supaya tekstur kue tetap tipis dan tidak keras setelah matang. Kombinasi bahan ini membantu menghasilkan kue lidah kucing yang renyah dan ringan saat digigit.

Ketepatan takaran juga berpengaruh pada bentuk kue. Jika mentega terlalu banyak, adonan akan melebar saat dipanggang. Jika tepung terlalu banyak, kue bisa menjadi keras. Karena itu, menimbang bahan dengan teliti sangat disarankan, terutama bagi pemula.

Teknik Mengocok Adonan agar Tidak Melebar

Proses mengocok adonan perlu dilakukan dengan hati-hati. Mentega dan gula cukup dikocok sampai tercampur rata, tidak perlu sampai mengembang. Pengocokan yang terlalu lama justru membuat adonan terlalu ringan dan mudah melebar saat dipanggang.

Setelah mentega dan gula tercampur, masukkan putih telur sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan. Tujuannya agar adonan tetap stabil dan tidak encer. Terakhir, masukkan tepung secara bertahap hingga adonan halus dan mudah dibentuk. Hindari mengaduk terlalu keras karena bisa membuat adonan kehilangan konsistensinya.

Adonan yang baik akan terasa lembut namun tidak terlalu cair. Dengan tekstur seperti ini, kue bisa dicetak tipis dan tidak mudah melebar saat terkena panas oven.

Cara Membentuk Adonan agar Tipis dan Rapi

Bentuk kue lidah kucing yang memanjang dan tipis menjadi ciri khasnya. Untuk mendapatkan bentuk rapi, gunakan spuit atau plastik segitiga. Masukkan adonan ke dalam spuit, lalu semprotkan memanjang di atas loyang dengan jarak yang cukup antar adonan.

Jangan membuat adonan terlalu tebal karena akan mempengaruhi tekstur akhir. Semakin tipis adonan, semakin cepat matang dan semakin renyah hasilnya. Loyang sebaiknya dialasi kertas roti atau dioles tipis margarin agar kue tidak lengket.

Bentuk yang seragam juga memudahkan proses pemanggangan karena tingkat kematangan akan lebih merata. Dengan teknik ini, kue akan terlihat cantik dan siap disajikan sebagai camilan Ramadan maupun suguhan Lebaran.

Pengaturan Suhu Oven agar Matang Merata

Suhu oven memegang peranan penting dalam keberhasilan kue lidah kucing. Sebelum memanggang, panaskan oven terlebih dahulu agar suhu stabil. Gunakan suhu sekitar 150 derajat Celcius untuk memastikan kue matang perlahan dan merata.

Perhatikan bagian pinggir kue. Saat warnanya mulai berubah kecokelatan, itu tanda kue sudah matang dan siap diangkat. Jangan menunggu sampai seluruh bagian berwarna cokelat tua karena bisa membuat kue gosong dan pahit.

Pemanggangan yang tepat akan menghasilkan kue dengan warna keemasan dan tekstur renyah tanpa terasa keras. Proses ini juga membantu menjaga aroma mentega tetap harum.

Cara Penyimpanan agar Tetap Renyah Selama Ramadan

Setelah kue matang, biarkan dingin terlebih dahulu sebelum disimpan. Memasukkan kue panas ke dalam toples bisa menimbulkan uap air yang membuat kue cepat melempem. Gunakan toples atau wadah kedap udara agar kerenyahan terjaga lebih lama.

Simpan kue di tempat kering dan jauh dari paparan panas. Dengan penyimpanan yang benar, kue lidah kucing bisa bertahan hingga beberapa minggu selama Ramadan 2026. Hal ini membuat kue bisa dipersiapkan lebih awal tanpa khawatir cepat basi.

Kue lidah kucing yang disimpan dengan baik akan tetap renyah saat disajikan untuk berbuka puasa, suguhan tamu, maupun persiapan Lebaran.

Mengisi waktu luang saat puasa Ramadan 2026 tidak harus membosankan. Membuat kue lidah kucing di rumah bisa menjadi kegiatan produktif sekaligus menyenangkan. Dengan bahan yang tepat, teknik pengolahan yang benar, dan cara penyimpanan yang sesuai, kue akan tetap tipis, renyah, dan lezat. 

Selain menjadi camilan favorit keluarga, kue lidah kucing juga bisa menjadi suguhan manis yang menambah suasana hangat saat Hari Raya tiba.

Terkini