JAKARTA - Keselamatan di jalur cepat Tol Trans Jawa kini menjadi perhatian serius aparat kepolisian, terutama dalam upaya menekan angka kecelakaan akibat kegagalan teknis kendaraan. Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Probolinggo secara proaktif memperketat pengawasan terhadap setiap armada angkutan barang maupun orang yang melintas. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check di titik strategis Exit Tol Leces, Probolinggo.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu ini merupakan bagian tak terpisahkan dari Operasi Keselamatan 2026. Dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Probolinggo, AKP Safiq Jundhira Z, operasi ini menunjukkan komitmen aparat dalam menciptakan jalur transportasi yang lebih aman bagi seluruh masyarakat.
Pengawasan ini tidak dilakukan secara sepihak oleh kepolisian. Demi hasil yang komprehensif, Satlantas Polres Probolinggo menggandeng Dinas Perhubungan serta tim medis. Kolaborasi lintas instansi ini bertujuan untuk memastikan bahwa keamanan perjalanan terjamin dari dua sisi sekaligus: kesiapan teknis kendaraan dan kondisi fisik manusia yang mengemudikannya.
Fokus pada Komponen Vital Pemicu Kecelakaan
Dalam pelaksanaan di lapangan, petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan rutin terhadap aspek administratif seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), serta masa berlaku buku KIR. Kali ini, pemeriksaan dilakukan jauh lebih mendalam dengan menyasar komponen-komponen kritis yang kerap menjadi biang keladi kecelakaan maut di jalan tol.
Petugas secara detail memeriksa sistem pengereman guna memastikan tidak ada kebocoran atau kerusakan fungsi. Selain rem, kondisi ban yang sudah gundul atau retak, fungsi lampu utama dan penanda, efektivitas wiper untuk kondisi hujan, hingga ketersediaan sabuk pengaman menjadi daftar pengecekan utama. Langkah ini diambil karena gangguan pada komponen-komponen tersebut dalam kecepatan tinggi di jalan tol dapat berakibat fatal.
"Keselamatan adalah prioritas utama. Kendaraan yang tidak laik jalan dan pengemudi yang tidak dalam kondisi prima adalah risiko besar di jalan raya," tegas Safiq di sela-sela memantau pemeriksaan kendaraan.
Pemeriksaan Kesehatan Driver untuk Perjalanan Jauh
Satu hal yang menjadi pembeda dalam operasi kali ini adalah perhatian khusus terhadap faktor manusia. Menyadari bahwa jalur Tol Trans Jawa seringkali memicu kelelahan ekstrem bagi sopir angkutan jarak jauh, tim medis diterjunkan langsung ke lokasi pemeriksaan.
Setiap pengemudi yang terjaring operasi diwajibkan menjalani pemeriksaan fisik secara mendasar. Langkah ini dilakukan untuk menjamin bahwa mereka yang memegang kendali kendaraan dalam kondisi bugar, memiliki tekanan darah yang stabil, dan bebas dari gangguan kesehatan yang dapat mengganggu konsentrasi selama berkendara. Pemeriksaan ini sangat krusial untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat micro-sleep atau kondisi medis mendadak di tengah perjalanan.
Pendekatan Preventif dan Edukatif bagi Pengguna Jalan
AKP Safiq Jundhira Z menggarisbawahi bahwa kehadiran polisi di Exit Tol Leces bukan semata-mata untuk mencari pelanggaran hukum atau melakukan penilangan. Fokus utama dari Operasi Keselamatan 2026 adalah memberikan edukasi kepada para pelaku usaha transportasi dan para sopir tentang pentingnya perawatan kendaraan secara berkala.
Ia mengharapkan adanya kesadaran mandiri dari para sopir untuk berani berhenti sejenak jika tubuh sudah memberikan sinyal kelelahan. Disiplin dalam berlalu lintas dan disiplin dalam memelihara kendaraan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam upaya menjaga nyawa di jalan raya.
"Jangan memaksakan kendaraan beroperasi jika kondisi tidak laik. Kami ingin meningkatkan kesadaran bahwa disiplin berlalu lintas adalah kunci untuk menekan angka kecelakaan di wilayah Probolinggo secara signifikan," tambahnya dengan nada mengimbau.
Sinergi Instansi Demi Kelancaran Lalu Lintas Jawa Timur
Melalui koordinasi yang erat antara kepolisian, pemerintah daerah lewat Dinas Perhubungan, dan tenaga kesehatan, diharapkan tercipta situasi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang ideal. Penguatan pengawasan di pintu keluar tol seperti di Leces dianggap sangat strategis karena wilayah ini merupakan akses masuk utama menuju berbagai daerah di Jawa Timur bagian timur.
Dengan adanya kegiatan ramp check yang rutin dan menyeluruh seperti ini, risiko kecelakaan yang disebabkan oleh ban pecah atau rem blong diharapkan dapat diminimalisir. Polri berharap masyarakat semakin menyadari bahwa keselamatan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan tanggung jawab bersama dimulai dari mengecek kondisi ban dan rem sebelum mesin dinyalakan.