JAKARTA - Arsenal memastikan diri melangkah ke partai final Carabao Cup musim 2025/2026.
Keberhasilan ini diraih usai menyingkirkan Chelsea dengan skor agregat yang meyakinkan yakni 4-2.
Kemenangan tipis satu kosong lewat gol Kai Havertz di leg kedua menjadi penentu langkah mereka.
Hasil ini membawa tim asuhan Mikel Arteta menuju Stadion Wembley pada Minggu 22 Maret 2026.
Mikel Arteta menyambut antusias keberhasilan timnya kembali mencicipi partai puncak di kompetisi domestik ini.
Namun di balik euforia tersebut, tersimpan catatan sejarah yang kurang menguntungkan bagi tim asal London Utara.
Sejarah Kelam Arsenal di Partai Final Carabao Cup
The Gunners tercatat memiliki rekor yang kurang impresif setiap kali tampil di final kompetisi ini.
Sejauh ini, Arsenal sudah delapan kali merasakan atmosfer partai puncak namun hanya memenangi dua gelar.
Terakhir kali mereka berpesta mengangkat trofi Carabao Cup terjadi pada musim 1992/1993 yang lalu.
Artinya, sudah tiga dekade lebih publik Emirates Stadium menantikan trofi ini kembali ke lemari juara.
Kegagalan demi kegagalan di final seringkali dipicu oleh ketidakmampuan tim dalam mengatasi tekanan mental besar.
Beberapa kekalahan menyakitkan dialami dari tim-tim seperti Birmingham City hingga dominasi kuat dari Manchester City.
Ujian Mental dan Strategi Skuad Besutan Mikel Arteta
Kini tantangan berat berada di pundak Arteta untuk memutus rantai hasil negatif di laga final.
Pelatih asal Spanyol itu dituntut mampu meracik strategi sekaligus menguatkan mentalitas para pemain mudanya nanti.
Arteta mengakui bahwa perjalanan menuju final adalah bukti kerja keras seluruh elemen di dalam tim.
"Kami sudah menanti bertahun-tahun untuk berada di posisi ini," ungkap sang manajer kepada media setempat.
Laga di Wembley nanti akan menjadi pembuktian sejauh mana kematangan skuad Meriam London saat ini.
Target meraih gelar juara menjadi harga mati demi mengembalikan martabat klub di kompetisi Piala Liga.
Ambisi Quadruple dan Momentum Kebangkitan The Gunners
Lolosnya Arsenal ke final Carabao Cup membuka peluang lebar untuk meraih ambisi besar musim ini.
Mikel Arteta sedang membidik target tinggi dengan membawa timnya bersaing di empat kompetisi sekaligus.
Gelar Carabao Cup bisa menjadi batu loncatan penting untuk mengamankan trofi-trofi bergengsi lainnya nanti.
Para pendukung setia tentu berharap dahaga trofi sejak musim 2019/2020 bisa segera terhapuskan di Wembley.
Skuad yang solid dan performa konsisten di liga menjadi modal berharga bagi Meriam London sekarang.
Arteta harus memastikan anak asuhnya tetap membumi dan fokus penuh menghadapi lawan di partai final.
Menanti Lawan Tangguh di Stadion Wembley Mendatang
Arsenal saat ini masih menunggu pemenang antara Newcastle United melawan Manchester City sebagai lawan.
Siapa pun lawannya, laga final dipastikan akan berjalan sangat sengit bagi kedua kesebelasan tersebut.
Bermain di Wembley selalu memberikan tekanan tersendiri bagi setiap pemain yang tampil di lapangan hijau.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan mampu menjadi suntikan semangat tambahan bagi pasukan The Gunners.
Manajemen klub optimistis bahwa tahun 2026 ini akan menjadi momen kebangkitan bagi sejarah panjang Arsenal.
Kemenangan di final nanti akan menghapus semua catatan buruk masa lalu yang menghantui kubu London.
Harapan Besar Publik Emirates Terhadap Skuad Muda Arteta
Mikel Arteta telah berhasil mengubah wajah Arsenal menjadi mesin pemenang yang ditakuti lawan saat ini.
Konsistensi performa Kai Havertz dan kolega menjadi sinyal positif menjelang laga krusial di bulan Maret.
Seluruh pemain berkomitmen untuk memberikan kemampuan terbaik demi mempersembahkan trofi bagi para fans setia mereka.
"Tim ini menunjukkan ketangguhan luar biasa," tegas Arteta menyikapi performa anak asuhnya di babak semifinal.
Kini semua mata tertuju pada persiapan Arsenal menjelang partai puncak yang sudah sangat lama dinantikan.
Mampukah Arteta menjawab tantangan rekor buruk sejarah atau justru menambah panjang daftar kegagalan tersebut.