IHSG Alami Koreksi Berlanjut Investor Asing Justru Borong Sepuluh Saham Pilihan

Selasa, 03 Februari 2026 | 14:04:29 WIB
IHSG Alami Koreksi Berlanjut Investor Asing Justru Borong Sepuluh Saham Pilihan

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau masih berada dalam zona merah pada perdagangan hari ini.

Penurunan indeks tersebut merupakan kelanjutan dari tren koreksi yang telah terjadi selama beberapa sesi perdagangan terakhir di bursa nasional.

Meski demikian, di tengah pelemahan harga saham secara umum, investor asing justru kedapatan melakukan aksi beli bersih yang masif.

Para pemodal mancanegara tersebut memanfaatkan momentum penurunan harga untuk mengoleksi sepuluh saham unggulan yang dinilai memiliki prospek fundamental sangat kuat.

Aksi Beli Bersih Investor Asing Di Tengah Tekanan Jual Pasar Modal

Kondisi pasar modal Indonesia yang sedang mengalami tekanan jual tidak menyurutkan minat para pemodal internasional untuk tetap masuk ke bursa.

Berdasarkan data transaksi harian, terdapat aliran dana asing yang cukup signifikan mengalir masuk ke sejumlah emiten berkapitalisasi pasar sangat besar.

Investor asing tampaknya memiliki strategi investasi jangka panjang dengan melakukan akumulasi saham saat valuasi harga sedang berada di level murah.

Langkah berani ini memberikan sinyal bahwa kepercayaan pelaku pasar global terhadap stabilitas ekonomi nasional Indonesia tetap terjaga dengan sangat baik.

Fenomena menarik di lantai bursa ini dilaporkan secara mendalam pada Selasa 3 Februari 2026 melalui pantauan riil aktivitas perdagangan harian.

Banyak analis pasar modal menilai bahwa aksi serok saham oleh asing ini merupakan indikasi bahwa koreksi IHSG bersifat teknikal sementara.

Saham-saham yang menjadi incaran utama para investor luar negeri tersebut didominasi oleh sektor perbankan, telekomunikasi, serta perusahaan sektor konsumsi.

Meskipun indeks secara keseluruhan melemah, kehadiran arus modal asing ini menjadi penahan agar IHSG tidak jatuh lebih dalam ke zona negatif.

Daftar Sepuluh Saham Unggulan Yang Menjadi Incaran Utama Pemodal Mancanegara

Daftar sepuluh saham yang paling banyak diburu oleh investor asing saat ini mencakup perusahaan-perusahaan dengan rekam jejak kinerja yang stabil.

Beberapa nama besar dari perbankan pelat merah serta swasta nasional menempati urutan teratas dalam daftar belanja modal asing pada sesi ini.

Selain itu, saham perusahaan infrastruktur digital juga ikut dikoleksi seiring dengan meningkatnya kebutuhan data masyarakat yang terus tumbuh sangat pesat.

Para investor asing tersebut terlihat sangat selektif dalam memilih emiten yang memiliki manajemen risiko serta tata kelola perusahaan yang sangat baik.

Keputusan asing untuk melakukan akumulasi pada sepuluh saham ini didasari oleh ekspektasi pertumbuhan laba bersih emiten yang diprediksi akan meningkat.

Meskipun kondisi global penuh ketidakpastian, sektor-sektor tertentu di Indonesia dinilai memiliki ketahanan atau resiliensi yang tinggi terhadap guncangan ekonomi dunia.

Akumulasi saham dalam jumlah besar ini biasanya dilakukan secara bertahap guna menghindari gejolak harga yang terlalu ekstrem di pasar reguler tersebut.

Daftar saham ini seringkali menjadi acuan bagi investor ritel domestik dalam menentukan arah kebijakan investasi portofolio mereka di masa depan.

Penyebab Utama Koreksi Indeks Harga Saham Gabungan Pada Awal Tahun

Pelemahan yang dialami oleh IHSG saat ini dipengaruhi oleh berbagai faktor internal maupun sentimen negatif yang berasal dari pasar global.

Kekhawatiran investor terhadap kebijakan suku bunga bank sentral dunia menjadi salah satu pemicu utama aksi jual oleh sebagian pelaku pasar.

Selain itu, adanya rotasi sektor dari saham-saham pertumbuhan ke saham-saham yang lebih defensif juga turut memengaruhi dinamika pergerakan indeks secara keseluruhan.

Koreksi ini dipandang wajar oleh para praktisi bursa sebagai bentuk konsolidasi pasar setelah mengalami penguatan yang cukup panjang pada periode sebelumnya.

Otoritas bursa dan pemerintah terus memantau pergerakan pasar agar tetap berjalan secara teratur, wajar, serta efisien bagi seluruh lapisan investor.

Masyarakat investor diimbau untuk tidak melakukan tindakan panik dalam menjual aset mereka di tengah tren penurunan harga yang bersifat temporer.

Fundamental ekonomi Indonesia yang kuat, ditandai dengan angka inflasi yang terkendali, menjadi modal utama untuk kembali menarik minat investasi asing.

Diharapkan dalam waktu dekat IHSG dapat kembali bangkit atau rebound seiring dengan membaiknya sentimen dari pasar keuangan di tingkat internasional.

Proyeksi Pergerakan Bursa Nasional Dan Peluang Investasi Jangka Panjang Kedepan

Melihat aksi beli bersih yang dilakukan asing, prospek pasar modal Indonesia di masa depan diyakini masih memiliki ruang pertumbuhan sangat luas.

Para analis menyarankan investor lokal untuk tetap fokus pada kualitas fundamental emiten dan tidak hanya terpaku pada pergerakan harga harian saja.

Koreksi pasar saat ini sebenarnya merupakan kesempatan emas bagi para investor untuk melakukan diversifikasi aset pada harga yang lebih kompetitif tersebut.

Visi besar untuk menjadikan pasar modal Indonesia sebagai pusat investasi di Asia Tenggara terus diupayakan melalui berbagai reformasi regulasi yang progresif.

Sinergi antara investor domestik dan asing sangat diperlukan untuk menciptakan pasar modal yang likuid serta memiliki kedalaman pasar yang memadai.

Digitalisasi layanan transaksi saham juga semakin memudahkan masyarakat luas untuk ikut berpartisipasi dalam memiliki perusahaan-perusahaan terbaik di tanah air melalui bursa.

Masa depan keuangan nasional akan semakin tangguh seiring dengan meningkatnya literasi keuangan dan jumlah investor aktif di seluruh wilayah kedaulatan Indonesia.

Terus pantau perkembangan data ekonomi terbaru agar setiap keputusan investasi yang diambil dapat memberikan hasil maksimal bagi kesejahteraan finansial jangka panjang.

Terkini