Wamen PKP Tinjau Proyek Penataan Kawasan Pemukiman Nelayan Muara Angke

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:19:02 WIB
Wamen PKP Tinjau Proyek Penataan Kawasan Pemukiman Nelayan Muara Angke

JAKARTA - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman melakukan kunjungan lapangan untuk meninjau langsung progres penataan kawasan rumah susun dan pemukiman nelayan di Muara Angke.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa program perbaikan kualitas hunian bagi masyarakat pesisir berjalan sesuai dengan standar teknis dan target waktu yang telah ditetapkan pemerintah. Kehadiran pejabat negara di lokasi proyek tersebut juga bertujuan untuk menyerap aspirasi warga setempat mengenai dampak pembangunan yang sedang berlangsung.

Pemerintah berkomitmen untuk mengubah wajah kawasan kumuh menjadi lingkungan yang lebih sehat, tertata, dan layak huni bagi keluarga nelayan yang menjadi penggerak ekonomi maritim. Melalui kolaborasi antar instansi, diharapkan permasalahan sanitasi dan ketersediaan air bersih di wilayah Jakarta Utara ini dapat teratasi secara permanen dan berkelanjutan.

Evaluasi Teknis Pembangunan Infrastruktur Dasar di Lingkungan Pesisir Jakarta

Dalam peninjauan tersebut, fokus utama tertuju pada kesiapan infrastruktur pendukung seperti sistem drainase dan pengelolaan limbah yang sering menjadi kendala utama di kawasan padat penduduk. Wamen menekankan bahwa setiap bangunan harus memiliki sirkulasi udara yang baik agar para penghuni terhindar dari berbagai masalah kesehatan akibat lingkungan lembap.

Pihak kementerian juga memeriksa kekuatan struktur bangunan mengingat lokasi Muara Angke yang sangat rentan terhadap ancaman banjir rob dan dampak kenaikan permukaan air laut. Standar keamanan bangunan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar demi menjamin keselamatan ribuan warga yang nantinya akan menempati unit hunian vertikal tersebut.

Proses penataan ini tidak hanya sekadar membangun fisik gedung, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan ekonomi agar masyarakat tetap bisa menjalankan aktivitas melaut dengan mudah. Akses dari hunian menuju dermaga keberangkatan kapal nelayan harus dibuat seefisien mungkin guna mendukung produktivitas kerja para nelayan setiap harinya.

Optimalisasi Hunian Vertikal Sebagai Solusi Keterbatasan Lahan Pemukiman Kota

Mengingat keterbatasan lahan di Jakarta, konsep rumah susun menjadi pilihan paling rasional untuk menata ulang kawasan yang sebelumnya tidak teratur dan sangat padat tersebut. Dengan memindahkan warga ke hunian vertikal yang lebih modern, pemerintah dapat menyediakan ruang terbuka hijau dan fasilitas umum yang sebelumnya mustahil tersedia.

Wamen PKP menyampaikan bahwa penataan ini merupakan bagian dari program besar pemerintah dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah di seluruh wilayah Indonesia. Muara Angke menjadi salah satu proyek percontohan nasional dalam hal transformasi kawasan pesisir yang terintegrasi dengan pusat kegiatan ekonomi masyarakat nelayan lokal.

Setiap unit rumah susun yang disediakan telah dirancang sedemikian rupa untuk memenuhi standar kebutuhan ruang minimal bagi satu keluarga kecil agar tetap merasa nyaman. Pemerintah berharap warga dapat menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan baik sehingga kemanfaatan dari bangunan ini bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Sinergi Pemerintah dan Masyarakat Dalam Merawat Fasilitas Hunian Baru

Kunci keberhasilan dari penataan kawasan ini terletak pada kesadaran masyarakat untuk mengubah pola hidup menjadi lebih bersih dan disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya. Wamen mengajak para tokoh masyarakat dan organisasi nelayan untuk aktif mengedukasi warga mengenai pentingnya menjaga aset negara yang telah dialokasikan bagi mereka.

Dukungan dari pemerintah daerah juga sangat diperlukan untuk memastikan layanan pendukung seperti akses pendidikan dan transportasi umum tersedia di sekitar lokasi pemukiman baru tersebut. Integrasi moda transportasi akan memudahkan warga dalam menjangkau pusat layanan publik lainnya tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi yang besar setiap kali bepergian.

Pihak kementerian akan terus memantau secara berkala hingga seluruh tahapan konstruksi selesai dan unit hunian siap diserahterimakan kepada calon penghuni yang telah terdata sebelumnya. Transparansi dalam proses distribusi unit hunian menjadi hal yang sangat ditekankan agar bantuan ini benar-benar tepat sasaran kepada pihak yang membutuhkan.

Target Penyelesaian Proyek dan Harapan Transformasi Wajah Baru Kawasan

Pada akhir kunjungannya pada Senin 3 Februari 2026, Wamen memberikan arahan kepada para kontraktor agar mempercepat pengerjaan tanpa mengurangi kualitas material bangunan yang digunakan di lapangan. Target penyelesaian yang tepat waktu sangat dinantikan oleh masyarakat yang saat ini sebagian besar masih tinggal di tempat penampungan sementara.

Diharapkan setelah proyek ini rampung, Muara Angke tidak lagi dikenal sebagai kawasan yang kumuh dan kotor, melainkan destinasi pemukiman nelayan yang modern dan bersih. Transformasi ini juga diharapkan mampu menarik potensi wisata bahari dan kuliner yang dapat meningkatkan pendapatan asli daerah serta kesejahteraan ekonomi warga setempat.

Pemerintah optimis bahwa dengan penataan yang komprehensif, kualitas hidup nelayan di ibu kota akan meningkat secara signifikan dibandingkan dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Program serupa akan terus didorong ke wilayah pesisir lainnya di Indonesia sebagai bentuk kehadiran negara dalam menyediakan ruang hidup yang manusiawi bagi rakyatnya.

Terkini