JAKARTA - Ketegangan antara dua raksasa sepak bola Spanyol, Barcelona dan Real Madrid, memasuki babak baru di luar lapangan hijau. Kali ini, perselisihan bergeser ke ranah hukum terkait skandal dugaan suap wasit yang melibatkan mantan Wakil Presiden Komite Wasit Spanyol (CTA), Jose Maria Enriquez Negreira. Joan Laporta, Presiden Barcelona, melontarkan sindiran tajam kepada rival abadi mereka setelah pengadilan secara resmi menolak permintaan Los Merengues untuk membongkar dokumen internal klub Catalan tersebut.
Keputusan pengadilan ini menjadi angin segar bagi manajemen Blaugrana yang tengah berupaya membersihkan nama baik klub dari tudingan miring. Di sisi lain, langkah Real Madrid yang mencoba masuk ke dalam urusan manajerial Barcelona dinilai sebagai tindakan yang melewati batas profesionalisme antar-klub.
Gagalnya Upaya Madrid Membongkar Rahasia Dapur Barca
Inti dari perselisihan hukum terbaru ini adalah permintaan resmi Real Madrid untuk mendapatkan akses penuh terhadap dokumen keuangan sensitif milik Barcelona. Kubu Madrid berambisi untuk memeriksa seluruh audit, laporan uji tuntas (due diligence), hingga analisis forensik keuangan Barcelona yang mencakup periode panjang antara tahun 2003 hingga 2021.
Namun, upaya pemeriksaan mendalam tersebut kandas di tangan hakim. Pengadilan memutuskan untuk menolak permintaan akses dokumen tersebut, sebuah langkah yang dinilai Joan Laporta sebagai kemenangan terhadap privasi dan kedaulatan klub. Laporta menegaskan bahwa dokumen-dokumen yang diminta mencakup hal-hal yang bersifat rahasia, mulai dari strategi pengembangan hingga filosofi fundamental bagaimana Barcelona dijalankan sebagai sebuah institusi.
Sindiran Tajam Laporta terhadap Strategi Rival
Menanggapi penolakan pengadilan tersebut, Joan Laporta tidak menahan diri dalam memberikan pernyataan resmi. Melalui laporan yang dilansir dari Marca, Laporta menyebut bahwa keterlibatan Real Madrid dalam prosedur hukum ini sangat tidak pantas. Ia menuding rivalnya tersebut mencoba menggunakan kasus Negreira sebagai alat untuk memata-matai rahasia internal tim lawan.
"Real Madrid terlibat dengan cara yang menurut saya tidak pantas karena mereka menggunakan prosedur ini untuk mencoba mendapatkan informasi dari Barca yang memengaruhi hal-hal rahasia, strategi dan filosofi klub, dan bagaimana klub dijalankan," tegas Laporta. Baginya, permintaan Madrid tersebut sangat tidak relevan dengan inti permasalahan dan hakim telah mengambil keputusan yang tepat untuk melindungi hak-hak Barcelona.
Tudingan Narasi Palsu di Saluran Televisi
Lebih lanjut, Laporta juga menyoroti bagaimana Real Madrid membangun narasi publik melalui kanal media mereka. Ia meyakini bahwa manuver hukum yang dilakukan Madrid sebenarnya tidak memiliki dasar kuat dan hanya bertujuan untuk memperpanjang sentimen negatif terhadap Barcelona di mata para penggemar sepak bola dunia.
"Permintaan mereka tidak pada tempatnya, dan hakim telah memutuskan sesuai dengan itu. Mereka [Real Madrid] mencoba mempertahankan argumen yang mereka tahu itu salah dan tak memiliki dasar sama sekali. Mereka melakukannya guna mempertahankan narasi yang disajikan di saluran televisi mereka, padahal mereka paham itu tidak benar," tambah pria yang memimpin era keemasan Barcelona tersebut. Laporta melihat ada upaya sistematis untuk merusak citra klub melalui penyebaran informasi yang ia klaim tidak akurat.
Keyakinan Barcelona terhadap Integritas Kompetisi
Kasus Negreira sendiri berfokus pada tuduhan pembayaran sebesar 7,5 juta euro dari Barcelona kepada perusahaan milik Negreira dan putranya, Javier Enriquez, dalam rentang waktu 2001-2018. Banyak pihak berspekulasi bahwa aliran dana tersebut digunakan untuk mengamankan keputusan wasit yang menguntungkan Barcelona di lapangan. Namun, dengan tegas Laporta membantah semua tuduhan tersebut dan berharap kasus ini bisa segera ditutup.
"Saya berharap proses ini akan dibatalkan sesegera mungkin karena tidak akan ada yang membuktikan apa yang coba dilakukan penggugat. Barca tidak pernah mengubah kompetisi dengan berusaha mendapatkan perlakuan istimewa atau keuntungan dari wasit," kata Laporta dengan penuh keyakinan. Ia memastikan bahwa kesuksesan yang diraih Barcelona di masa lalu adalah murni hasil dari kerja keras dan kualitas permainan, bukan hasil dari campur tangan pihak luar atau suap.
Implikasi Putusan Pengadilan bagi Kasus Negreira
Penolakan akses dokumen ini menjadi poin penting dalam linimasa kasus Negreira. Dengan tidak diperbolehkannya pihak ketiga—dalam hal ini Real Madrid—untuk memeriksa audit internal secara langsung, fokus penyelidikan akan tetap berada di tangan otoritas hukum yang berwenang. Keputusan ini sekaligus membatasi ruang gerak pihak-pihak luar yang ingin memanfaatkan momentum kasus ini untuk kepentingan politik klub atau persaingan pribadi.
Meskipun demikian, proses hukum utama terkait dugaan suap tetap berjalan. Barcelona masih harus menghadapi penyelidikan dari pengadilan Spanyol terkait transaksi keuangan mereka di masa lalu. Namun, dengan ditolaknya permintaan Madrid, manajemen Blaugrana setidaknya berhasil mengamankan rahasia operasional mereka dari jangkauan sang rival bebuyutan.