JAKARTA - PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR) akan melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp300 miliar.
Sekretaris Perusahaan TOWR, Monalisa Irawan, menjelaskan bahwa buyback ini mengacu pada ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Langkah ini diambil untuk menyesuaikan strategi perseroan dengan kondisi pasar yang bergejolak.
Periode pelaksanaan buyback direncanakan mulai 2 Februari 2026 hingga 1 Mei 2026. Monalisa menambahkan, buyback bisa dihentikan lebih awal jika target jumlah saham telah tercapai. Dana maksimal yang disiapkan untuk aksi ini mencapai Rp300 miliar, belum termasuk biaya transaksi dan komisi perantara.
Jumlah saham yang akan dibeli kembali diperkirakan setara 0,97% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Artinya, sekitar 576 juta lembar saham akan masuk dalam skema buyback. Monalisa menegaskan, pelaksanaan ini tidak memerlukan persetujuan RUPS sesuai POJK dan Surat OJK terbaru.
Kepatuhan pada Regulasi OJK
Buyback TOWR berpedoman pada POJK No. 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29 Tahun 2023. Selain itu, surat OJK S-102/D.04/2025 menjadi acuan teknis dalam pelaksanaan pembelian kembali. Hal ini menegaskan komitmen TOWR pada kepatuhan regulasi dan transparansi kepada pemegang saham.
Monalisa menambahkan, perseroan telah menunjuk PT BCA Sekuritas sebagai perantara untuk proses buyback di pasar. Setiap transaksi akan tetap memperhatikan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Dengan langkah ini, TOWR memastikan kegiatan buyback berjalan sesuai tata kelola perusahaan yang baik.
Kepatuhan pada regulasi juga bertujuan menjaga kepercayaan investor terhadap saham TOWR. Langkah ini sekaligus memberi sinyal positif bahwa perseroan mampu menavigasi pasar yang bergejolak. Investor pun dapat memantau secara resmi setiap perkembangan buyback melalui keterbukaan informasi.
Dampak Terhadap Kinerja Perusahaan
Manajemen menilai buyback tidak akan berdampak material pada operasional atau pendapatan perseroan. Dana yang digunakan berasal dari internal TOWR dengan tetap memperhatikan kebutuhan modal kerja. Hal ini memungkinkan perseroan tetap menjaga stabilitas keuangan saat melaksanakan buyback.
Pembelian kembali saham diharapkan mampu menjaga harga saham Perseroan tetap stabil di pasar. Monalisa menekankan bahwa buyback memberikan fleksibilitas untuk mencapai struktur permodalan yang lebih efisien. Secara proforma, laba per saham (EPS) diperkirakan meningkat dari 49,10 menjadi 49,65 setelah buyback.
Selain itu, aset dan ekuitas TOWR diproyeksikan turun masing-masing sebesar Rp300 miliar. Penyesuaian ini wajar karena buyback mengurangi jumlah saham yang beredar. Dengan demikian, perseroan tetap memelihara efisiensi keuangan sekaligus memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.
Strategi dan Mekanisme Pelaksanaan
Pelaksanaan buyback dilakukan melalui pasar dengan bantuan perantara resmi. PT BCA Sekuritas bertugas mengeksekusi pembelian saham sesuai ketentuan OJK dan POJK. Mekanisme ini memungkinkan perseroan membeli saham secara terstruktur dan terukur.
Target saham yang dibeli sekitar 576 juta lembar, atau 0,97% dari total modal ditempatkan. Jika nilai atau jumlah saham telah tercapai, buyback dapat dihentikan lebih awal. Strategi ini memberi TOWR kendali penuh atas proses dan besaran saham yang dibeli kembali.
Pelaksanaan buyback juga memperhatikan kondisi pasar untuk menjaga harga saham tetap stabil. Dengan cara ini, TOWR meminimalkan risiko volatilitas pasar terhadap investor. Semua langkah dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan transparansi.
Respons Pasar dan Prospek Saham
Di lantai Bursa Efek Indonesia, saham TOWR menguat tipis 0,95% ke level Rp530 per lembar pada penutupan sesi I. Meski demikian, dalam sebulan terakhir saham menara ini terkoreksi 9,40%. Buyback diproyeksikan menjadi katalis positif bagi harga saham Perseroan ke depan.
Investor menilai buyback sebagai langkah perseroan untuk menjaga nilai saham tetap sehat. Tindakan ini memberikan sinyal bahwa TOWR memperhatikan kepentingan pemegang saham jangka panjang. Prospek saham diharapkan lebih stabil setelah pelaksanaan buyback.
Dengan buyback, TOWR menunjukkan komitmen strategis menjaga kinerja dan harga saham. Perusahaan menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan rencana jangka panjang. Investor pun dapat menantikan perkembangan positif di kuartal berikutnya.