Transformasi Hijau KAI: Ribuan Pohon Perkokoh Layanan Transportasi Berkelanjutan

Senin, 02 Februari 2026 | 10:12:21 WIB
Transformasi Hijau KAI: Ribuan Pohon Perkokoh Layanan Transportasi Berkelanjutan

JAKARTA - Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kini menjadi pilar utama dalam operasional PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Sebagai tulang punggung transportasi publik di Indonesia, KAI tidak hanya fokus pada ketepatan waktu dan keamanan perjalanan, tetapi juga secara aktif mendukung agenda transisi hijau nasional. Langkah ini merupakan strategi perseroan dalam memperkokoh posisi sebagai penyedia layanan transportasi publik yang bertanggung jawab terhadap lingkungan, sekaligus memastikan keberlangsungan ekosistem di sepanjang jalur yang dilaluinya.

Sepanjang tahun 2025, KAI telah menunjukkan aksi nyata dengan melakukan penghijauan berkelanjutan di berbagai wilayah operasional. Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengungkapkan bahwa program ini menyentuh berbagai titik krusial, mulai dari area stasiun hingga kawasan pesisir yang rawan abrasi.

Peningkatan Konsisten Volume Penanaman Pohon di Seluruh Wilayah

Capaian penghijauan KAI menunjukkan tren yang terus menanjak setiap tahunnya. Berdasarkan data internal, KAI telah menanam sebanyak 6.989 pohon di lingkungan stasiun, sepanjang jalur kereta api, kawasan pesisir, hingga wilayah permukiman masyarakat sepanjang 2025. “Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 2024 yang mencapai 6.716 pohon," ujar Anne dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Jika ditarik lebih jauh secara akumulatif, angka tersebut menjadi bukti konsistensi perseroan. KAI telah menanam 108.008 pohon di berbagai wilayah Indonesia selama periode 2021–2025. Program ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam Asta Cita, khususnya pada pilar pembangunan berkelanjutan dan penguatan kualitas lingkungan hidup, serta mendukung target Net Zero Emission 2060. Melalui langkah ini, KAI ingin membuktikan bahwa transportasi massal berbasis rel adalah solusi mobilitas masa depan yang paling ramah lingkungan.

Fungsi Ekologis dan Mitigasi Bencana di Kawasan Pesisir

Pemilihan lokasi penanaman pohon oleh KAI tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan fungsi ekologis yang dibutuhkan wilayah tersebut. Penanaman pohon ini memiliki fungsi ekologis yang signifikan, mulai dari meningkatkan daya serap air guna memitigasi banjir hingga menahan abrasi di wilayah pesisir. Adapun jenis tanaman yang ditanam mencakup pohon peneduh seperti trembesi dan mahoni, hingga pohon buah-buahan produktif yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar.

"Selain itu, KAI juga melakukan penanaman mangrove dan cemara laut di sejumlah wilayah pesisir sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pantai dan ketahanan lingkungan," lanjut Anne. Upaya di wilayah pesisir ini sangat krusial mengingat beberapa jalur kereta api melintasi kawasan pantai yang rentan terhadap dampak perubahan iklim dan kenaikan air laut.

Kolaborasi Lintas Sektoral dan Konservasi Sumber Daya Air

Dalam eksekusinya, KAI menyadari bahwa pelestarian lingkungan memerlukan sinergi dengan berbagai pihak. Perseroan menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, yayasan lingkungan, hingga kelompok tani di berbagai wilayah strategis seperti Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Sumatera Utara, dan Lampung. Program ini tidak hanya berfokus pada daerah datar, tetapi juga menyentuh kawasan pegunungan melalui penyaluran bibit bambu dan aren guna mendukung tata kelola sumber daya air.

Anne menegaskan bahwa seluruh inisiatif ini dirancang sebagai investasi masa depan. "Program penghijauan merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan berorientasi pada masa depan," ucap Anne. Dengan terjaganya kualitas lingkungan di sepanjang jalur kereta, risiko gangguan perjalanan akibat bencana alam seperti longsor atau banjir pun dapat diminimalisir.

Capaian Skor ESG dan Pengakuan Standar Internasional

Kerja keras KAI dalam mengelola lingkungan kini mulai mendapatkan pengakuan di level internasional. Kinerja pengelolaan lingkungan ini berdampak positif pada penilaian korporasi di tingkat internasional. Dalam penilaian S&P Global ESG 2025, KAI mencatat skor ESG 55 poin, meningkat 14 poin dibandingkan tahun sebelumnya. Prestasi ini menempatkan perusahaan dalam 20 persen teratas industri transportasi global, sebuah pencapaian luar biasa bagi BUMN transportasi Indonesia.

Keberhasilan peningkatan skor ESG ini tidak hanya bersumber dari penanaman pohon semata. Capaian tersebut juga didukung oleh inisiatif keberlanjutan lainnya, termasuk pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di beberapa stasiun dan kantor, serta hadirnya fitur carbon footprint pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk mengetahui seberapa besar penghematan emisi yang mereka lakukan dengan memilih kereta api dibandingkan kendaraan pribadi.

"Seluruh langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan KAI untuk menghadirkan transportasi publik yang tidak hanya aman, andal, dan terjangkau, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan generasi mendatang, sejalan dengan agenda pembangunan hijau Indonesia," kata Anne menutup keterangannya. Dengan visi ini, KAI optimis dapat terus menjadi pelopor transportasi hijau yang membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.

Terkini